GuestBook

Statistik Pengunjung

Selasa, 01 Maret 2011

Ketika Hidup Terasa "Mentok"

Ketika hidup terasa "Mentok" mungkin bagi terasa sama sekali tidak menyenangkan, hambar dan bahkan memulai hidup ini dengan keputusasaan dan bekerja dengan lesu. Inilah yang dialami seorang teman saya ketika saya sedang menghampirinya, dia sedang kesal dan memukul laci bawah meja kerjanya dengan keras, saya lalu bertanya kepada dia dan dia mengatakan bahwa hidupnya diambang kebuntuan, seperti ketika dia maju sepertinya dia akan terjatuh dijurang, sementara ketika dia mundur sepertinya dia terkena hantaman sang ranjau.

Apa yang dia harus perbuat? merasa bodoh dan konyol ketika dia tidak tahu arah tujuan dan berjalan ditempat, dan harus kita akui memang kita pernah begitu kan ? ...

Lalu saya berkata kepada dia bahwa hidup memang terkadang SEPERTINYA memang terasa mentok, dan kita berkata bahwa seolah-olah kita sudah kehabisan tenaga, pikiran dan segala hal yang kita miliki namun kita harus berpikir besar, berjiwa besar.

Lalu apa itu berpikir besar dan berjiwa besar ..??, berpikir besar adalah berpikir bahwa bukan hidup kita yang seolah-olah mentok tetapi berpikir bagaimana cara kita menghadapi hidup yang seolah-olah mentok itu...

Lalu berjiwa besar adalah kita harus mengakui bahwa mungkin kita melakukan kesalahan yang mengakibatkan hidup kita terasa mentok, lalu jadilah kesalahan itu suatu kebijaksanaan supaya kita tidak mengulanginya, dan apabila sudah terlanjur terjadi hal tersebut maka kita mesti dan mesti menghadapinya bagaimanapun susahnya hal tersebut.

Berjiwa besar juga berpikir apabila kita mesti menghadapinya, kita harus mengetahui resiko dari masalah tersebut dan bertindaklah serta memilih hal ataupun masalah yang mengandung resiko terkecil, sebagai contoh apabila seolah-olah anda berada diujung jurang dan kalau mundur anda terkena ranjau, anda bisa menuruni jurang tersebut dengan pelan2 dan hati-hati ataupun kalau anda mempersiapkan tali, buatlah tali itu untuk bisa menuruni jurang. Itulah SOLUSI dengan Resiko yang terkecil bukan ??!!

Hal ini terjadi pula ketika waktu Perang Dunia ke II, 5 Hari sebelum D-Day tiba dengan Operasi Overlord yang Dikomandani Jendral Besar Eisenhower, Seorang Panglima Besar Sekutu yang mengepalai Seluruh Satuan Udara, Darat dan Laut Untuk Wilayah Eropa.

Ketika itu Eisenhower berdiskusi dengan seluruh Jendral-Jendralnya. Diketahui bahwa dari medan tempur yang dihadapinya, dia harus siap
mengorbankan estimasi 70% dari total penerjun yang ditempatkan dalam
barisan depan yang berarti dia harus siap kehilangan 7 dari 10 orang
perwiranya, dia harus siap mempercayakan jendralnya bahwa tank-tank
bisa didaratkan dengan sempurna dipantai Normandia hanya berdasarkan
Informasi dari seorang jendral yang belum pernah kesana, dan informasi itu hanyalah berdasarkan rangkaian bom yang diujicobakan di tempat tersebut dan diketahui pula bahwa sebelum hari D-Day tiba cuaca sangat tidak bersahabat.

Namun, yang dilakukan Eisenhower adalah sangat luar biasa. Dia siap mengorbankan hal-hal tersebut meskipun berat dan bahkan dia sempat
berkata bahwa hal yang terberat bukanlah kekuasaan, bukanlah memerintah tetapi kehilangan para pemuda yang siap berkorban dan tidak pernah kembali lagi, namun dia sadar bahwa dengan resiko itu, tidak akan lagi resiko yang lebih besar dikemudian hari serta dengan resiko tersebut, semua tujuan dan garis besar akan tercapai.

Saudara….ingatlah bahwa ketika kita menghadapi hidup yang buntu, itu
bukanlah akhir dari hidupmu. Berpikirlah dan Berjiwalah Besar dalam
menghadapi Hidup ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More