GuestBook

Statistik Pengunjung

This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Selasa, 15 Maret 2011

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Motivasi

Beberapa faktor yang dapat mempngaruhi motivasi kelompok (teamwork) dalam bekerja dapat dikategorikan sebagai berikut:

Tujuan

Visi, misi dan tujuan yang jelas akan membantu team dalam bekerja. Namun hal tersebut belum cukup jika visi., misi dan tujuan yang ditetapkan tidak sejalan dengan kebutuhan dan tujuan para anggota..

Tantangan

Manusia dikarunia mekanisme pertahanan diri yang di sebut “fight atau flight syndrome”. Ketika dihadapkan pada suatu tantangan, secara naluri manusia akan melakukan suatu tindakan untuk menghadapi tantangan tersebut (fight) atau menghindar (flight). Dalam banyak kasus tantangan yang ada merupakan suatu rangsangan untuk mencapai kesuksesan. Dengan kata lain tantangan tersebut justru merupakan motivator.
Namun demikian tidak semua pekerjaan selalu menghadirkan tantangan. Sebuah team tidak selamanya akan menghadapi suatu tantangan. Pertanyaannya adalah bagaimana caranya memberikan suatu  tugas atau pekerjaan yang menantang dalam interval.  Salah satu criteria yang dapat dipakai sebagai acuan apakah suatu tugas memiliki tantangan adalah tingkat kesulitan dari tugas tersebut. Jika terlalu sulit, mungkin dapat dianggap sebagai hal yang mustahil dilaksanakan, maka team bisa saja menyerah sebelum mulai mengerjakannya. Sebaliknya, jika terlalu mudah maka team juga akan malas untuk mengerjakannya karena dianggap tidak akan menimbulkan kebanggaan bagi yang melakukannya.

Keakraban

Team yang sukses biasanya ditandai dengan sikap akraban satu sama lain, setia kawan, dan merasa senasib sepenanggungan. Para anggota team saling menyukai dan berusaha keras untuk mengembangankan dan memelihara hubungan interpersonal. Hubungan interpersonal menjadi sangat penting karena hal ini akan merupakan dasar terciptanya keterbukaan dan komunikasi langsung  serta dukungan antara sesama anggota team.

Tanggungjawab

Secara umum, setiap orang akan terstimulasi ketika diberi suatu tanggungjawab. Tanggungjawab mengimplikasikan adanya suatu otoritas untuk membuat perubahan atau mengambil suatu keputusan. Team yang diberi tanggungjawab dan otoritas yang proporsional cenderung  akan memiliki motivasi kerja yag tinggi.

Kesempatan untuk maju

Setiap orang akan melakukan banyak cara untuk dapat mengembangkan diri, mempelajari konsep dan ketrampilan baru, serta melangkah menuju kehidupan yang lebih baik. Jika dalam sebuah team setiap anggota merasa bahwa team tersebut dapat memberikan peluang bagi mereka untuk melakukan hal-hal tersebut di atas maka akan tercipta motivasi dan komitment yang tinggi. Hal ini penting mengingat bahwa perkembangan pribadi memberikan nilai tambah bagi individu dalam meningkatkan harga diri.

Kepemimpinan

Tidak dapat dipungkiri bahwa leadership merupakan faktor yang berperan penting dalam mendapatkan komitment dari anggota team. Leader berperan dalam menciptakan kondisi yang kondusif bagi team untuk bekerja dengan tenang dan harmonis. Seorang leader yang baik juga dapat memahami 6 faktor yang dapat menimbulkan motivasi seperti yang disebutkan diatas. (Dari berbagai sumber)

Selasa, 01 Maret 2011

Ketika Hidup Terasa "Mentok"

Ketika hidup terasa "Mentok" mungkin bagi terasa sama sekali tidak menyenangkan, hambar dan bahkan memulai hidup ini dengan keputusasaan dan bekerja dengan lesu. Inilah yang dialami seorang teman saya ketika saya sedang menghampirinya, dia sedang kesal dan memukul laci bawah meja kerjanya dengan keras, saya lalu bertanya kepada dia dan dia mengatakan bahwa hidupnya diambang kebuntuan, seperti ketika dia maju sepertinya dia akan terjatuh dijurang, sementara ketika dia mundur sepertinya dia terkena hantaman sang ranjau.

Apa yang dia harus perbuat? merasa bodoh dan konyol ketika dia tidak tahu arah tujuan dan berjalan ditempat, dan harus kita akui memang kita pernah begitu kan ? ...

Lalu saya berkata kepada dia bahwa hidup memang terkadang SEPERTINYA memang terasa mentok, dan kita berkata bahwa seolah-olah kita sudah kehabisan tenaga, pikiran dan segala hal yang kita miliki namun kita harus berpikir besar, berjiwa besar.

Lalu apa itu berpikir besar dan berjiwa besar ..??, berpikir besar adalah berpikir bahwa bukan hidup kita yang seolah-olah mentok tetapi berpikir bagaimana cara kita menghadapi hidup yang seolah-olah mentok itu...

Lalu berjiwa besar adalah kita harus mengakui bahwa mungkin kita melakukan kesalahan yang mengakibatkan hidup kita terasa mentok, lalu jadilah kesalahan itu suatu kebijaksanaan supaya kita tidak mengulanginya, dan apabila sudah terlanjur terjadi hal tersebut maka kita mesti dan mesti menghadapinya bagaimanapun susahnya hal tersebut.

Berjiwa besar juga berpikir apabila kita mesti menghadapinya, kita harus mengetahui resiko dari masalah tersebut dan bertindaklah serta memilih hal ataupun masalah yang mengandung resiko terkecil, sebagai contoh apabila seolah-olah anda berada diujung jurang dan kalau mundur anda terkena ranjau, anda bisa menuruni jurang tersebut dengan pelan2 dan hati-hati ataupun kalau anda mempersiapkan tali, buatlah tali itu untuk bisa menuruni jurang. Itulah SOLUSI dengan Resiko yang terkecil bukan ??!!

Hal ini terjadi pula ketika waktu Perang Dunia ke II, 5 Hari sebelum D-Day tiba dengan Operasi Overlord yang Dikomandani Jendral Besar Eisenhower, Seorang Panglima Besar Sekutu yang mengepalai Seluruh Satuan Udara, Darat dan Laut Untuk Wilayah Eropa.

Ketika itu Eisenhower berdiskusi dengan seluruh Jendral-Jendralnya. Diketahui bahwa dari medan tempur yang dihadapinya, dia harus siap
mengorbankan estimasi 70% dari total penerjun yang ditempatkan dalam
barisan depan yang berarti dia harus siap kehilangan 7 dari 10 orang
perwiranya, dia harus siap mempercayakan jendralnya bahwa tank-tank
bisa didaratkan dengan sempurna dipantai Normandia hanya berdasarkan
Informasi dari seorang jendral yang belum pernah kesana, dan informasi itu hanyalah berdasarkan rangkaian bom yang diujicobakan di tempat tersebut dan diketahui pula bahwa sebelum hari D-Day tiba cuaca sangat tidak bersahabat.

Namun, yang dilakukan Eisenhower adalah sangat luar biasa. Dia siap mengorbankan hal-hal tersebut meskipun berat dan bahkan dia sempat
berkata bahwa hal yang terberat bukanlah kekuasaan, bukanlah memerintah tetapi kehilangan para pemuda yang siap berkorban dan tidak pernah kembali lagi, namun dia sadar bahwa dengan resiko itu, tidak akan lagi resiko yang lebih besar dikemudian hari serta dengan resiko tersebut, semua tujuan dan garis besar akan tercapai.

Saudara….ingatlah bahwa ketika kita menghadapi hidup yang buntu, itu
bukanlah akhir dari hidupmu. Berpikirlah dan Berjiwalah Besar dalam
menghadapi Hidup ini.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More